Celoteh

[Celoteh] Galau Seorang Anak

Pisah” atau “Berpisah” itu adalah salah satu kalimat sedih yang ada di dunia ini.

Di artikel ini, gw akan bercuap-cuap sebagai seorang anak yang masih mempunyai kedua orang tua.

silahkan dibuka~

Bertahun-tahun kita bersama, kita berkeluarga total 4 orang, aku sebagai seorang kakak dan mempunyai adik perempuan yang beda 5 tahun dengan ku. Memang engkau tidak pernah galak terhadap ku dan adik ku, kau selalu ku anggap baik selama ini, sosok yang selalu ku banggakan jika aku pergi bersamamu. Aku bangga mempunyai Ayah yang masih terlihat muda, apa yang selalu ku minta, pasti engkau turuti, meskipun engkau tidak mempunyai uang, kau berusaha meminjam uang demi kemauan ku, ku ucapkan kata “Terima kasih banyak“.

Seiring berjalannya waktu, aku melihat sifat mu yang sedikit demi sedikit berubah. Kau telah berani memarahi Ibu, kau melempar makanan yang telah di berikan kepada mu yang sedang sakit dan kau bilang “rasanya gak enak“. Kau telah membuat Ibu yang aku sayangi menangis. Kau juga bilang, bahwa masakan yang ibuku bikin itu makin lama makin tidak enak, apa yang bikin tidak enak? sementara masakan ibuku yang ku makan biasa-biasa saja, tidak ada yang berubah dari dulu.

Terus berjalannya waktu, engkau tidak betah dirumah, engkau selalu pergi dan pulang malam dengan alasan mencari duit tambahan. Terus dan terus seperti itu dan sampai tidak pernah pulang. Jika engkau dirumah, engkau selalu merasa gelisah, tidur tidak pernah tepat waktu, selalu tidur pagi. Engkau juga bilang bekerja keluar kota untuk mengerjakan proyek di kota itu.

Aku tau kau lelah, kau capek menjadi tulang punggung keluarga, hanya dirimulah yang mencari nafkah untuk keluarga. Ingin sekali aku membantu dirimu untuk mencari nafkah, tapi apa daya, aku tidak kuat untuk bekerja karena diriku tidak boleh terlalu capek.

Lalu, saat itu, adik ku mempunyai masalah, yaitu Handphone yang dia pakai rusak dan memberikan HP yang jarang engkau pakai. Disaat adik ku memakai HP yang kau berikan, di awal tahun baru, adik ku melihat engkau berfoto mesra dengan seorang perempuan yang tidak kita (aku, adik dan ibu) kenal. Ia merangkulmu, lalu kau juga berfoto bareng dengan keluarga besar mereka, jalan berdua menaiki mobil mewah.

Jadi, kata-kata yang dulu engkau bilang ke kami saat kau pergi keluar kota itu hanya alibi semata. Engkau juga bilang kepada ibuku kalau engkau ingin meninggalkan kami (aku dan adik) dari dulu. Tapi kau tak sanggup karena kami masih kecil, dan sekarang kau berhasil juga meninggalkan kita. Engkau meninggalkan kita di awal tahun baru dan rumah baru. Semua yang kau kasih ke kami baru, termasuk engkau memberi Ibu Tiri Baru!

Kau sudah menyakiti ibu yang aku sayang, kau telah meninggalkan kami, disaat aku tak berdaya akibat jantung ku kambuh dan melemah, kau pergi meninggalkan ku dan keluargamu. Ternyata sosok yang aku kenal baik sejak kecil itu ternyata SALAH. Kau jahat, kau egois, mementingkan dirimu sendiri, mencari kenyamanan dirimu sendiri tanpa memikirkan kami. Kau pergi begitu saja tanpa status jelas kepada ibuku.

“Tidak punya uang, sudah tua, tidak punya pekerjaan tetap” itu yang selalu terlontar dari mulut mu, kemana saja kau dari dulu sampai tidak punya uang terus? tidak punya pekerjaan? lalu saat kau muda, kau sedang apa? Kau jual tanah untuk biaya kuliah ku, tapi saat kau pergi, kau tidak melanjutkan pembayaran kuliah ku dan sekarang aku cuti kuliah.

Jujur, aku merindukan dirimu, sosok orang yang ku kenal baik dulu, aku rindu sifat dirimu yang dahulu, aku tidak mau ada orang yang tidak aku kenal tinggal di kehidupan ku, tapi apa daya kau telah jahat kepada kita. Ibu ku sudah sangat sabar, dan dia ingin menikah dengan orang lain.

Tapi aku dan adik, sebagai anak harus mendukung mana yang menurut kami baik, karena kami sudah dewasa. BUKAN anak-anak seperti dulu yang bisa kau bodohi, kau bohongi.

Akhir kata, terima kasih banyak, selama ini kau telah baik kepadaku. Semoga kau nyaman dikehidupan barumu. Jika kau berpikir “apa kau benci dengan ku? apa kau marah dengan ku?” silahkan kau berfikir sendiri.

Itu cuma cerita galau.. HUAHAHAHA.. jangan sedih yoo~ dan maaf kalau lu yang baca jadi sedih.. hihi 😀 gw berharap kehidupan lu bahagia dunia & akhirat, jangan sedih kaya cerita diatas. Dan buat lu yang punya kehidupan kaya cerita diatas, jangan sedih terus, tetap SEMANGAT dan PANTANG MENYERAH !! KEJAR CITA-CITA LU !! KEJAR APA YANG INGIN LU CAPAI !! DAN BIKIN ORANG TUAMU BAHAGIA !!

Related Article

Pradja DJ

M untuk Mini dan W untuk Wumbo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Back to top button
Advertisment ad adsense adlogger