Celoteh

[Celoteh] Asik Gratis.. eh tapi

Yakin gratiiiss ???

Entah kenapa, setelah maraknya pergantian Privacy Policy dari WhatsApp, banyak orang yang lebih mentingin privasi sekarang.. dan gw bilang.. TELAT LO WOI !!! πŸ˜‚

Kenapa gw bilang telat? ya karena sejak lu pakai aplikasi Gratisan, itu gak GRATIS 100%.. rugi cooy perusahaan kalau GRATIS TERUS! Jalan satu-satunya ya dari data pribadi lu yang dijual ke perusahaan lain untuk mengimpresi iklan yang akan tampil di depan muka lu itu. Lu pake sosmed entah apapun nama sosmednya, lu pake sebuah layanan yang gratis layaknya “Linkpohon” atau apapun nama platformnya sama aja data lu dijual ke pihak ke-3. Dan itulah yang disebut “Digital Marketing”, udah gak jaman marketing antar muka, turun kelapanan, sekarang jamannya digitalisasi.

gambar oleh : termly.io

Lu suka otomotif dan sering browsing tentang otomotif atau belanja online barangnya otomotif? ya iklan yang tampil di perangkat yang lu pakai akan “OTOMOTIF” juga.. kok bisa ??? yaaa karena ada “bekas pencarian” di perangkat lu dan itu semua diambil sama mereka dari layanan yang lu pakai.

Sekarang lu teriak “data kita dijual, blablabla, privasi kita jadi hilang” .. hahaaaii.. telat booosss, kebiasaan kita warga +62 itu pakai dulu tanpa dibaca ketentuannya, kalau udah kejadian baru ngomel-ngomel.. wkwkwkwk πŸ˜‚

Satu contoh dari WhatsApp / Facebook group dia “nunjukin kedepan” privasi dia ke pengguna adalah bahwa mereka bekerja secara jujur dan dikasih tau ke kalian para pengguna bahwa “dengan anda mengakses/memakai layanan kami, data anda akan kami bagikan ke pihak ke-3 untuk menunjang impresi iklan dan kegemaran anda“.

Termasuk untuk para korporasi yang memakai Linkpohon, juga data korporasi anda dan data pengunjung Linkpohon yang anda bagikan ke pengikut anda itu juga dijual ke pihak ke-3 sebagai impresi iklan. Apa yang dijual agar anda mendapat impres iklan yang tampil di depan muka anda ?

  1. Data Personal meliputi, Alamat email, Jenis Kelamin, Umur dan Tanggal Lahir, Lokasi serta data KARTU KREDIT
  2. Pemakaian Data meliputi layanan/platform apa yang anda gunakan sebelumnya, hasil pencarian anda dari browser yang anda pakai, berapa lama anda mengunjungi/membuka platform tersebut, IP Address anda, Provider yang anda pakai

dan dari semua itu, data anda akan digodok untuk dijadikan duit lagi yaitu entah produk baru yang bakal anda suka atau hal lainnya tergantung layanan yang anda pakai. Dan dengan alasan untuk “maintenance” layanan mereka, atau mengubah layanan mereka kedepan agar anda menjadi kecanduan layanan mereka.

Yaap.. mereka menjamin 100% bahwa data yang ada di mereka itu di “encrypt/kunci” agar mereka gak bisa melihat (contoh) Chat anda dengan teman anda, tapi selain tampilan depan si “Chat” itu, sistem mereka mendapat impresi dari Chat anda entah anda dan teman anda lagi ngobrolin tentang Musik atau perangkat teknologi/bokep, iklan anda yang akan tampil tersebut.

Kenapa? seram yaa?? ya makanya, itulah “harga” yang dibayar jika anda memakai layanan “gratis” πŸ˜…

Jadi lo itu sebenarnya telat kalo bekoar-koar soal privasi data diri booss πŸ˜‚ Mending sebelum pakai sebuah layanan, biasain baca Syarat dan Ketentuan mereka, dan balik kediri lagi, apa “masalah atau gak, jika sebuah data diri lu termasuk hasil pencarian, kesukaan atau hal lain yang udah gw sebut diatas dibagikan ke pihak ke-3 selain layanan lu” kalau itu gak masalah, ya silahkan lanjutin pakai layanan tersebut dan jangan terlalu baik sama sebuah layanan deh, cukup kasih data yang emang buat lu gapapa dipakai buat publik. Jadi pintar-pintarlah ber-sosial media.

Related Article

Pradja DJ

M untuk Mini dan W untuk Wumbo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Advertisment ad adsense adlogger