Celoteh Anime

[Celoteh Anime] Potret Dibelakang Layar Sebuah Perusahaan Radio dari Anime “Nami yo Kiitekure”

Akhirnya kategori ini ada lagi berkat salah satu anime yang kayanya “gue banget” saat nonton ini, ahahaha.. So, animenya udah gw kasih tau di judul yaitu “Nami yo Kiitekure“.

Entah kenapa yang kepikiran untuk jadi bahan celotehan anime malah dari anime itu, kenapa gak anime yang lain, wkwkwk. Mungkin karena efek ceritanya yang ngebosenin dan itu-itu aja, tapi beda lagi untuk anime yang satu ini yang kayanya memang benar “REAL” di kehidupan. Yaa, meskipun ratingnya bisa dibilang C (rating 7an), tapi buat gw ini anime ratingnya A karena emang related banget siih anime ini. BTW, masih ingat sama anime SHIROBAKO? (kalau belum nonton, silahkan nonton), yap itu salah satu anime yang gw kasih rating A juga, dan mirip-miriplah jalan ceritanya itu. So langsung aja kaya gimana sih anime “Nami yo Kiitekure” ini?

ARTIKEL MUNGKIN MENGANDUNG SPOILER KARENA INI ADALAH CELOTEHAN ANIME

Jadi ada seorang karakter bernama Minare Koda, dia awalnya bekerja jadi pegawai restoran kare dan dia kesal sama bosnya karena suatu hal (penasaran? tonton aja) dan ditambah kekesalannya itu oleh mantan pacarnya yang kabur gitu aja saat lagi ngutang-ngutangnya (iya ngutang, bukan sayang-sayangnya), dan dia minum-minum lah di bar kesayangannya. Saat lagi minum itu, tanpa sadar dia curhat ke om-om yang gak tau itu siapa.

Keesokan harinya, saat ia masuk kerja lagi, direstoran tersebut ternyata ada sekelompok pekerja yang makan siang disana, dan salah satunya ada si om-om tersebut. Ternyata si om tersebut tertarik sama suara si Minare ini karena semalam dia ngelantur ngomongin bos dan mantan pacarnya yang begini-begitu lah pokoknya. Nah si om tersebut ternyata seorang Direktur dari Radio FM lokal di daerah tersebut, jadi punya ide untuk bikin program baru di radionya dan ingin merekrut si Minare untuk jadi penyiar utama di program baru itu. Tapi si Minare belum tau kalau om tersebut Direktur dari Radio FM lokal itu.

Setelah dapat tawaran kerja dari Radio FM tersebut, si Minare pikir 2 kali karena gaji di radio itu masih sedikit ketimbang tempat dia bekerja di restoran kare itu. Sebelum Minare gabung jadi penyiar radio FM, dia mencoba untuk bercuap-cuap tuuh distudio radio yang didampingi oleh full team radio (termasuk Direkturnya). Setelah selesai bersiar secara langsung (gak tapping yak, -oi, radio juga bisa tapping buat yg blom tau-) ternyata banyak yang dengar dan suka sama suaranya si Minare karena pembawaannya yang asik dan suaranya yang lantang dan gak gagu.

Balik ke restorannya lagi, banyak juga pengunjung yang makan disana dengar siarannya si Minare dan banyak pertanyaan kalau materi yang dibawain sama Minare semalam itu beneran gak sih, atau fiktif? Dan karena banyak yang suka sama suaranya Minare, akhirnya Minare gabung dengan radio tersebut dan masih malu-malu sebelum siaran (karena saat siaran awalnya dia dipaksa bebas ngomongin bos dan mantan pacarnya, jadi dia ada perasaan lega setelah siaran) dan jadilah program acara baru di radio itu dan dia keluar dari restoran kare tersebut. Oh ya, meskipun dia udah keluar secara resmi dari restoran kare tersebut, dia masih ngebantu restoran tersebut karena bos restoran itu kecelakaan 😅

Nah dari sini lah dibalik layar gimana sebuah Radio bisa berjalan. Seorang direktur yang membuat ide serta dibantu dengan Music Director (MD) untuk menyusun lagu-lagu yang akan diputar dan manajemen waktu kapan waktunya penyiar akan ngobrol. Ada juga tim untuk membuat ide cerita bersiaran serta ada tim Mixing & Mastering secara terpisah. Ada tim sound effect untuk ngebuat suara-suara seperti asli dan akan dipakai siaran langsung oleh si MD tersebut.

Gimana susahnya membuat konten ide bersiaran, gimana cara mendapatkan sponsor untuk program acara (yaa, sponsor disebuah radio itu bukan untuk mensponsori 1 perusahaan radio, tapi untuk mensponsori program acara tersebut di sebuah radio, jadi beda yaaa) dan pekerjaan lainnya juga. Gimana buntunya saat gak punya ide, harus ngapain para staffnya kalau lagi gak ada ide, apakah harus dengan format yang gitu-gitu aja atau harus putar otak untuk cari ide baru. Gimana tata cara bersiaran untuk cari mood yang enak, dan yang paling penting, gimana cara penyampaian sebuah penyiar radio ke pendengar agar tidak ada “jeda” saat open mic. Ditambah berapa sih bayaran-bayaran untuk para staffnya (meskipun gak terlalu dirinciin banget ya nominalnya)

Dan dari semua itu, bisa dilihat di anime Nami yo Kiitekure gimana proses berjalannya sebuah radio sampai enak didengar oleh penikmat radio 😉

Jadi buat kalian yang kayanya “enak ya siaran di radio, tinggal ngomong blablabla apa yang mau disampaikan“, eeiittss gak gituu doong, lu harus pinter gimana penyampaian dan hal lainnya serta ide untuk siaran lu, karena 90% di radio itu memakai skrip dasar dan sisanya bisa dikatakan spontan. 😁

Oke, gitu aja, ditunggu Celotehan Anime lainnya, dan karena gw lebih senang buat bahas anime dengan konten “berproses untuk membuat sesuatu” ketimbang nonton dengan cerita yang “sama kaya yang udah ada“. Punya ide apalagi buat celotehan anime selanjutnya? Komen dibawah yaa 😁

Tags

Related Article

Pradja DJ

M untuk Mini dan W untuk Wumbo


*NB: Laporan error tanpa screenshot akan diabaikan. / Error report without screenshot will be declined

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.


Advertisment ad adsense adlogger