Celoteh

Celotehan Dari Seseorang Yang Katanya “Ngecheat Jenjang Karir”

Ngeliat jenjang karir saya sendiri, berasa “kok kaya ngecheat ya?” dan efek karena history karir itu, (mungkin) para recruiter pada mikir negatif “yakin nih umur segini, projekan / kerjaan udah banyak? kayanya dia bohong” dan dari itu, ratusan lamaran saya ditolak karena melihat CV saya yang dibilang longkap-longkap sangat jauh atau “gak mungkin jenjang karirnya begitu”.

Ada 2 tipe orang saat belajar, 1. belajar dari akademik, 2. belajar dari otodidak, dan saya pede untuk bilang saya termasuk seseorang yang belajar otodidak untuk belajar sesuatu mulai belajar IT sendiri, design grafis sendiri, 3D modeling sendiri, analisis-trial-eror sendiri (mungkin sampai belajar bahasa Jepang otodidak, hahaha) dan efeknya karena otodidak itu, saya sering menghabiskan waktu diluar dari anak Remaja lainnya sampai begadang tiap malam, tidur pagi dan efeknya ke badan saya sendiri jadi kurus deh. Dan kadang saya suka menyombongkan diri ke orang lain dalam hati kaya gini, “sorry, gw sudah mulai ambil pengalaman duluan ketimbang lu yang lebih tua dari gw” (begitu kali yaa) πŸ˜‚πŸ˜‚

Dan dari otodidak itu, selama 10 tahun lebih, otak saya (mungkin) terbiasa untuk mikir dan langsung eksekusi, ibarat sekolah “ujian prakter 100 – ujian tertulis 50“. Hhmm.. mungkin banyak yang gak percaya, dan mungkin saya bisa dibilang orang yang beruntung (kali ya), karena saya mulai otodidak dari SD, lanjut ke SMP bikin Blog bareng temen, belajar server dan jaringan dan coba bikin website sendiri, SMA coba bikin bisnis sendiri dan Kuliah sembari kerja.

Capek gak? yaa.. capek, tapi saya kadang sedih juga kalau sudah dicap “skill anda tidak cocok” saat mengirim surat lamaran kerja keperusahaan sebelum dilakukan percobaan/eksekusi atau melihat history kebelakang apa itu benar atau gaknya atau dipanggil untuk Interview dan menunjukan hasil-hasil projek yang saya punya. Atau mungkin CV saya yang terlalu singkat ngasih info atau apa gitu? gak tau, saya juga bingung dan yang saya inginkan sebenernya Feedback dari pihak lain tidak cocok darimananya? Simple sih itu aja.

Atau mungkin karena “waduuh, ini orang umur masih segini, tapi kerjaan/projek udah banyak, tipi-tipu nih orang, dah gagal!“, yaa tapi dilain sisi, gapapa lah, namanya juga penilaian orang, penilaian orang bermacam-macam, tapi dilain sisi, saya mencoba untuk menilai orang yang mengambil contoh saya pribadi yaitu “coba lakukan dan saya akan lihat hasilnya“, maka dari itu jika saya menginterview seseorang, saya tidak lihat jenjang pendidikan dia, tapi saya langsung lihat “projek anda apa, pernah mengerjakan apa, bisa apa, dan orang yang kuat seperti apa, ditambah tata cara bahasa/ngobrol seperti apa” (jika saya membutuhkan seseorang untuk eksekutor / pemikir cepat).

Mungkin karena pemikiran dari seorang Teknisi/Engineer yang “jangan banyak ngomong dulu, kerjain aja dulu, hasil benar/salah belakangan“, dan dilain sisi (lagi) First Impression itu juga penting πŸ˜… tapi menurut saya tergantung juga sih, dan kadang saya mikir sendiri lagi bener gak sih kalau First Impression itu penting tapi gak terlalu penting?, tapi lagii yaa semua tergantung kebutuhan sih yaaa. Karena kenapa First Impression itu penting-gak-penting menurut saya, karena saya pernah/sering dicap sama seseorang dan bahkan orang itu yang ngomong ke saya sendiri kalau “eh ja, lu gw liat awal orangnya kaya sombong banget, susah diajak ngobrol atau gak ngasikin, tapi pas makin kesini dan gw kenal lu, enak juga ya orangnya, gak kaya yang gw pikirin dulu“.

Emang jenjang karir nge-cheat apa sih yang dimaksud? Sedikit saya buka jenjang karir saya di publik (lengkapnya di CV yaak) atau Digital Profil saya bisa dilihat di halaman me.pradja.co 😁

  • Start karir awal sebagai “IT Engineer” di anak perusahaan BUMN sembari coba bikin bisnis Media Entertainment
  • Dapet channel di dunia Entertainment, masuk dan fokus ke “Media Entertainment” sembari jalanin bisnis “IT Konsultan – Web Online Shop – Travel Agency, dan berjalan sampai sekarang” (buset dah banyak amat, yaa tapi karena efek kerja di Media Entertainment butuh multitasking yang tinggi, jadi sembari berjalan, saya juga punya banyak channel gituuh, jadi sembari melihat kesempatan, saya coba eksekusi.. wkwkwk)
  • Masih di dunia jaringan Media, pararel masuk ke dunia “FnB“, selesai dari FnB ditawarin masuk ke “Developer Property” (sembari main Digital Marketing dan perhitungan secara sistem di Developer Property itu)

Dari singkat jenjang karir saya, pararel saya juga (self-claim πŸ˜…) seorang “Founder – CEO – All Rounder” dari semua bisnis saya yaitu Media Entertainment, Web Online Shop (bukan e-commerce, itu beda ya), IT Konsultan, Travel Agency, Talent Artist Management. Gak percaya kan? tapi ayoo kita buktikan kalau mau 😁 Tapi mungkin anda bertanya “lu kan katanya seorang CEO, tapi kok masih kerja diperusahaan lain, harusnya lu fokus sama bisnis-bisnis lu“, tidak kawaaann.. gini, semua orang bisa jadi “Founder & CEO” hanya saja untuk jabatan tertinggi perusahaan itu juga sebanding dengan analisis pekerjaan dan tanggung jawab dari jabatan tersebut. Apakah anda bisa untuk mengemban tanggung jawab dari jabatan tertinggi itu ??

Dan saya bangun bisnis saya sendiri murni dari duit sendiri tanpa ada investor, “kok kuat ya.. mau ya rugi banyak?” gak tau, mungkin hobi. Yaa, saya punya teman dan tim, tapi mencari “business partner” itu susaaah.. iya susaaaah banget. Dan prinsip berbisnis saya itu pengennya yang “bikin bisnis diluar dari bisnis yang sudah ada / trending” dan jarang partner bisnis yang mau ngeluarin duit terus, tapi untung masih sedikit hanya demi ngambil “monopoli” tersebut, makanya saya untungnya lama. Minta ke investor pun juga mereka mikir-mikir, ibarat ngomong kasarnya gini “bisnis lu aja masih cupu, beda dari bisnis yang lain, duit gw bakal balik modal berapa puluh tahun!

Eh tapi ada kok investor yang dalam tanda kutip “GILA” dan saya mengagumi beliau, yaitu Founder & CEO dari perusahaan SoftBank, Mr. Masayoshi Son. Beliau dicap GILA karena menyuntikan duit ke perusahaan-perusahaan “gak jelas” dan beliau juga berani rugi dan hilang duitnya, bahkan saya baca infonya kalau dia baru-baru ini rugi ratusan triliun gara2 investasinya gagal disalah satu perusahaan. Tapi kayanya Mr. Son masih tetep kekeh hobi nyuntikin duit ke perusahaan “gak jelas” selain perusahaan Top Global layaknya Alibaba, Tokopedia, Gojek dan lainnya 😁 (apa saya minta duit ke Mr. Son aja ya buat bangun bisnis saya yang udah ada.. ahahahahha).

Balik lagi ke jenjang karir saya, selesai dari semua itu, nyoba kemana lagi enaknya buat nambah pengalaman sebelum dapat “Zona Nyaman” atau ada saran??Β atau mungkin kamu mau coba keluar dari Zona Nyaman yang sekarang? atau emang masih betah di Zona Nyaman? yaaa.. semua kamu yang atur, diri anda, pemikiran anda, mental anda 😊

Jika ada penulisan yang salah dari artikel celotehan saya ini, saya mohon maaf karena ini sebenarnya ngomongin diri saya sendiri yang curhat karena malam-malam mikir “mau kerja apa lagi ya, karena emang cowok kodratnya buat kerja” 😁

Dan sekarang saya dan teman saya yang punya usahanya mengajak berbisnis Kopi sendiri dengan tema yang berbeda dari Coffee Shop yang sudah ada, penasaran? cekidot ke trigonallin.id (atau ke Instagram di @Trigonallin). Follow ya gaes, terus beli produknya, dijamin ketagihan 😁😁

Related Article

Pradja DJ

M untuk Mini dan W untuk Wumbo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Advertisment ad adsense adlogger