[Celoteh & Tips] Ini Toko Online Benar atau Bohong Ya?

0

Disclaimer:

  • Just for Indonesian only
  • Artikel ini adalah artikel lanjutan dari artikel yang ini

Di Indonesia ini, udah banyak banget Online Shop mulai dari Online Shop yang ada di Sosial Media, Marketplace bahkan yang punya website sendiri (seperti dondonshop.tokyo) *uhuk promosi*. Dan namanya di dunia Online, pasti ada yang benar/jujur, dan ada yang gak bener/bohong.

Gimana sih cara bedainnya Online Shop itu benar atau tidaknya? Simak dibawah ini:

  1. Cek Akunnya
    Cek mulai dari Profile Bio, Isi kontennya, Kontak, Alamat, dan lain-lain. Apa bener itu akun asli atau tidak?
    Coba lihat apa yang dia jual, lihat postingannya, lihat reply postingannya, lihat dia membalas reply dari customer atau tidak? Cek dia punya website atau tidak? Kalau misalnya dia menulis url/link website di akunnya, coba cek domainnya, apa yang dia pakai? .com? .net? .org? atau .blogspot.com? atau .wordpress.com? Saran sih cari website dengan domain professional, jangan domain gratisan ya, takutnya gak percaya gitu, katanya mau bisnis, tapi kok pake yang gratisan, modal dong kalo mau bisnis~ *uhuk*

    Lalu, cek kontaknya benar tidak? Coba telfon atau SMS nomor di akun tersebut, atau cek via whatsapp atau aplikasi chating lainnya apa terintegrasi gak? Kalau engga terintegrasi ke aplikasi chating apapun, coba di SMS/Telp.

    Cek juga alamatnya, benar atau tidak? Apa ada alamat tokonya, atau hanya jual rumahan saja? Kalau misalnya gak dicantumin alamatnya, coba SMS/WA/BBM akunnya terus tanyain alamatnya.

  2. Cek kebenaran barang yang dia jual
    Ini barang beneran gak sih? Coba cek foto-foto yang dia jual. Apa foto asli atau hanya foto visual, nah dari sini kita bagi 2, apa foto itu benar-benar asli dari si yang jual atau foto asli tapi ambil dari internet. Kalau misalnya asli, coba suruh dia foto dengan watermark atau logo si penjual tersebut. Nah kalua foto visual, coba tanya ini dijual dengan status barang ready atau harus PO karena barang masih di distributor mereka, kalau untuk foto visual sih sekarang di Online Shop udah jarang banget.

    Dan kalau misalnya dia menjual makanan, obat-obatan, kosmetik atau hal lain yang dipakai ketubuh kita, coba cek barang itu terdaftar atau tidak di pemerintah, contohnya terdaftar tidak di BPOM (Badan Penyelenggara Obat dan Makanan), cek nomor registrasinya disini, cara lihat nomor registrasinya dimana? Coba cek di postingannya, dia ngasih tau gak nomor registrasi BPOMnya kalau gak, kamu BERHAK menanyakan nomor registrasi BPOM tersebut, kalau misalnya gak terdaftar, kamu patut curiga karena yang dijual itu adalah Makanan, Kosmetik atau Obat-obatan (karena menyangkut nyawa, kecuali barang mainan, lanjut ke bawah).

  3. Cek testimonial
    Ini juga harus di cek, apa ada testimonial gak? Tanya ke penjual tersebut. Kalau ada, kamu jangan langsung percaya aja, bisa jadi itu testimonial palsu ya kaan 🙂
    Gimana bedainnya? Gampang kok, yaitu cek aja kalimatnya, terlalu hyperbola atau engga, biasanya testi yang asli itu cuma “makasih min, barangnya udah sampai nih dengan selamat (plus dikasih fotonya)”, kalau yang palsu, lu tau sendiri lah gimana testimoninya “wah kak, barangnya keren banget, pas banget nih, blablablabla.. rekomen banget deh toko yang satu ini, jangan ragu2 beli disini deh karena aku udah ngerasain sendiri manfaat dan blablablabla” .. seperti itu 🙂

    Etss, masih ada lagi cara cek testimonial itu benar atau engga, dengan cara cek akun si testimonial tersebut, misal testimonial dari Sosial Media, cek akunnya benar atau tidak, kalau gak percaya, coba tanya si pembeli lewat sosial media tersebut dan tanya “pernah beli barang dari toko X ya, gimana pendapat kamu?”.

    Dan kalau misalnya toko itu gak ada testimonial berarti toko itu bisa dibilang baru buka atau memang si pembeli tidak memberikan testimonial kepada penjual.

  4. Cara Pembayaran
    Setelah cek 3 poin diatas, nah sekarang cek cara bayarnya nih. Poin ini sih buat jaga-jaga aja ya. Lihat dia menerima pembayaran lewat apa? Bank atau PayPal atau Pulsa? Jika via Bank cek nama rekeningnya sama gak dengan nama sang penjualnya (si admin). Kalau misalnya beda, kamu patut curiga, mungkin itu rekening staff lainnya, sebelum transfer dan ternyata beda dengan nama si adminnya, tanya kepada si admin, rekening atas nama ini punya siapa ya? dan tanya siapa admin dari akun sosial media tersebut. Kalau misalnya nama rekeningnya beda dan jawabannya bisa dibilang cukup bikin kamu ragu yaaa mungkin tidak usah belanja disitu. Dan kalau misalnya beda nama rekening dan ternyata memang orang itu adalah staffnya, silahkan kamu minta informasi secara rinci ke orang yang mempunyai rekening itu untuk menerima transferan dari kamu. Mintalah kepada admin data-data seperti Nama Lengkap, Nomor Rekening, Nomor Telp orang tersebut (si penerima transfer).
  5. COD (Cash On Delivery)
    Terakhir kalau kamu masih 1 kota atau propinsi, mending ketemuan belanjanya 🙂 Ini sih cara paling aman.. ahaha 😀

OKEH, dari 5 poin diatas, itu adalah tips buat belanja online (khususnya di Sosial Media atau Online Shop yang gak punya toko atau hanya jual retail saja). Saran sih pakai kalau belanja online gitu pakai Rekber (Rekening Bersama) atau belanja lewat Marketplace yang ada di Indonesia, misalnya aja Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Bhinneka, dll karena mereka memakai sistem rekening pihak ke-3 yaitu Rekening perusahaan mereka. (ARTIKEL INI TIDAK DI SPONSORI OLEH MEREKA YANG GW SEBUT)

Catatan sedikit: Apa yang dimaksud Rekening Bersama? Yaitu adalah Rekening pihak ke-3, jadi kamu tidak transfer secara langsung ke penjual tersebut. Bagaimana duit yang kita transfer sampai ke rekening penjual? Nah disini pihak ke-3 selaku pemegang rekening akan memantau transaksi penjual dan pembeli. Jika barang yang ingin kamu beli sudah sampai, maka pihak ke-3 akan mentransfer uang tersebut ke penjual.

Nah mungkin segitu aja Tips dari gw buat kalian yang mau berbelanja Online. Ada pertanyaan? silahkan komentar dibawah ya 🙂

Dan buat kamu yang punya Online Shop, jangan tipu-tipu ya, harus jujur dan jual lah barang yang benar apa adanya, meskipun keuntungan dikit, tapi lama-lama jadi bukit kan. Dan kalau misalnya toko kamu sepi atau apa, cobalah untuk jualan di Marketplace yang ada (contohnya kaya yang gw sebut diatas), jangan hanya mengandalkan Sosial Media saja.

Dan buat kamu si pembeli, jangan beri PHP kepenjual dan jangan tipu-tipu juga, bilangnya udah di transfer, tapi hoax.

About Author

M untuk Mini dan W untuk Wumbo

Leave A Reply