Celoteh

[Celoteh] “Usir Tenaga Kerja Asing di Indonesia”

Entah, kenapa gw PANAS ngedengerin kalimat kaya yang gw tulis di judul artikel ini. Rasanya buat yang bilang kaya gitu, gw pengen bilang “GOBLOK LU” gitu rasanya, tapi ……. ah udahlah.

Artikel ini adalah lanjutan artikel dari [Celoteh] “Indonesia Makin-makin” tentang lapangan pekerjaan yang makin susah.

Gini deh, ngomongin ketenagakerjaan asing di negara sendiri itu wajar kok, tapi apa lu (buat yang nyinyir kaya judul diatas) pernah ngebayangin orang kita (Indonesia) kerja diluar negeri, mereka yang diluar negeri masalahin orang kita gak? gw rasa gak mempermasalahkan lu, yang ada mungkin lu yang nyinyir “orang Indonesia kok jadi TKI di luar negeri, gak malu sama keluarga apa” WHAT THE F-! Giliran di Indonesia ada TKA, wuuuuuh, permasalahin besar-besaran ini lah itu lah, rakyat kita masih ada yang nganggur gara-gara TKA yang kerja.

HOI.. gini ya, gw kasih contoh 2 perusahaan satu dari perusahaan Asing, satu dari Indonesia.

Perusahaan Asing yang ada di Indonesia, otomatis kepemilikannya warna negara luar atau Direktur Utamanya orang Indonesia, tapi Komisarisnya atau pemegang sahamnya kebanyakan dari Luar Negeri. Trus mereka perusahaan Asing yang ada di Indonesia, memilih sebagian karyawannya dari negaranya sendiri untuk kerja di Indonesia. Apa salah perusahaan Asing itu milih dari negaranya sendiri untuk kerja diperusahaan yang dia miliki di Indonesia? LAH SUKA-SUKA YANG PUNYA PERUSAHAAN LAAH !!! Perusahaan ke Negara tinggal bayar pajak kok. Gimana kalau sebaliknya Perusahaan Indonesia yang ada di luar negeri, trus contohnya aja LU deh yang punya perusahaan itu di luar negeri terus lu ambil karyawan dari orang Indonesia untuk kerja diperusahaan lu yang ada di luar negeri, salah gak??? YA GAK LAH.. terus kenapa gak ambil karyawaran dari negara tempat dimana perusahaan lu itu ada? Apa karena orang-orangnya mahal? dan lebih baik orang Indonesia aja yang bisa dibayar murah?? Silahkan jawab sendiri.

Sekarang Perusahaan Indonesia, gw tau orang Indonesia itu kaya gimana yang maunya untung banyak gak kaya pemimpin perusahaan dari luar negeri yang mikirin monopoli dulu baru untung banyak dikemudian hari. Namanya kalau mau dapat untung banyak, otomatis perusahaan nyari karyawaran yang murah yaitu bisa dilihat dari kemampuan kita sendiri atau emang orang yang butuh. Jalan satu-satunya yaitu ambil cari TKA yang mau dibayar murah di Indonesia, “kenapa gak ambil dari Indonesia“, bisa aja tapi apa lu pernah kepikiran bahwa “orang Indonesia udah dikasih enak minta lebih?” Mungkin ini yang ditakutin sama perusahaan di Indonesia yang dipimpin murni sama orang Indonesia. Tapi dilain sisi Perusahaan di Indonesia itu juga salah karena pasti maunya nyari karyawan yang murah, berkompeten dan menguntungkan perusahaan (karena nyari perusahaan yang mau melatih karyawannya itu bisa dibilang bisa dihitung dengan jari), dan yang terpenting “NILAI HARUS TINGGI”, NILAI LU TINGGI AUTO KETERIMA, SKILL LU TINGGI FIFTY-FIFTY (KACAU LAH PERUSAHAAN YANG KAYA GITU).

Ngomongin tenaga kerja Indonesia atau Asing, totalnya:

  • TKI (diluar negeri) = mencapai 4.5 juta
  • WNA = 400 ribuan

Kalau ngomongin rasio perbandingannya, 2.5 juta TKI di negara tetangga (Malaysia), mereka gak mempermasalahkan TKI tuh, dan mereka nerima dengan baik TKI untuk membantu perusahaan itu. Nah kalau kita di Indonesia, sebaliknya, kenapa kita mempermasalahkan? wong perusahaan Asing di Indonesia tinggal bayar pajak dan negara dapat untung kan dari pajak itu.

Terus yang lu permasalahin untuk lapangan pekerjaan susah apa? Buruh petani? Nilai Ekspor kita yang lemah? atau apa?

Balik ke artikel sebelumnya, Indonesia berhutang untuk ngebangun Infrastruktur dan untuk menggaji para karyawan yang tadinya nganggur untuk bekerja membangun infrastruktur negara Indonesia, apa itu yang gak dibilang “MEMBUKA LAPANGAN PEKERJAAN”. Ngomongin Buruh petani kasian atau apa, 1 hal yang gw tekanin dari ini, Buruh petani di Indonesia itu udah bagus, kompeten dan TOP lah, yang dipermasalahin adalah MAFIANYA ini, terus juga masa iya petani kerja di kantoran, bukan maksud ngerendahin para petani, iya bisa sih petani kerja di perkantoran (tapi dengan skill yang dipunya), tapi perusahaan kan juga harus ada untung salah satunya dari ilmu yang kita punya untuk menaikan perusahaan.

Dan ngomongin ekspor yang lemah. HOI.. HOII.. HOOOOIII.. Indonesia ini cuma 2 musimnya, jadi tergantung sama musim, tergantung faktor-faktor yang mempengaruhi kenapa ekspornya turun ya salah satunya musim yang gak stabil. Belum lagi infrastruktur yang masih minim, sistem birokrasi yang ribet dan produk lokal belum terjamah dengan baik, itulah kenapa ekspor Indonesia masih minim.

Dan juga rata-rata jam kerja di Indonesia itu bisa dibilang SEDIKIT !! yaa.. 8 JAM atau 40 JAM per minggu, bandingin sama negara lain yang hanya mikir KERJA KERJA DAN KERJA meskipun capek tetep KERJA KERJA, contoh Vietnam yang punya total waktu kerja 48 jam per Minggu dan gajinya ya bisa dibilang sama kaya orang Indonesia yang kerja 8 Jam dan gak ada yang namanya mogok kerja, mau seenaknya dan lainnya, udah dikasih kerja bukannya bersyukur, malah minta lebih.. dan kalau lu mogok kerja satu atau rame-rame, ya otomatis dampaknya juga ke produksi yang berhenti. Kalau ada barang yang harus di ekspor juga ikutan berhenti karena lu mogok/cuti kerja rame-rame.

Jadi, YANG SALAH SIAPA??? PERUSAHAANNYA atau ELU SEBAGAI BURUH PERUSAHAAN (Karyawan juga disebut buruh, karena buruh itu bekerja dengan seseorang dan mendapatkan gaji/upah dari seseorang)

INTI dari artikel ini.. GAK USAH NYINYIRIN TKA, NEGARA LAIN AJA GAK NYINYIRIN TKI KOK!

Tags

Related Article

Pradja DJ

M untuk Mini dan W untuk Wumbo


*NB: Laporan error tanpa screenshot akan diabaikan. / Error report without screenshot will be declined

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

code

Check Also

Close
Advertisment ad adsense adlogger